PurpleTech Bread
Roti Cokelat Selai Ubi Ungu - Inovasi camilan sehat dengan QR Smart Packaging. Laporan lengkap keuangan dan marketing planning untuk usaha makanan inovatif.
Informasi Umum Usaha
PurpleTech Bread adalah usaha roti cokelat dengan isian selai ubi ungu premium. Produk ini menggabungkan cita rasa tradisional ubi ungu dengan cokelat yang populer, dikemas dengan teknologi QR Smart Packaging untuk transparansi informasi nutrisi.
Target Pasar
Mahasiswa, keluarga muda, dan pecinta camilan sehat usia 15-35 tahun
Lokasi Usaha
Area kampus, pusat perbelanjaan, dan pemukiman padat penduduk
Misi
Menyediakan camilan sehat dengan harga terjangkau dan teknologi transparan
Anggota Kelompok 1
Dosen Pengampu
Ika Daruwati, M.Pd
Mata Kuliah: Teknopreneur II
Anggota 1 - CEO
Nurul Hanisa (2438045)
Tugas: Strategic Planning & Financial Management
Anggota 2 - CMO
Putri Fajar Lestari (2438058)
Tugas: Marketing Strategy & Brand Development
Anggota 3 - COO
Uut Paterisia (2438059)
Tugas: Operations & Production Management
Anggota 4 - CTO
Lara Minalti Pane (2438072)
Tugas: Technology Integration & Digital Strategy
Marketing Planning Lengkap
Strategi pemasaran menyeluruh untuk PurpleTech Bread
1. Taktik Pemasaran
A. Diferensiasi Produk
Product Diferentiation
- Roti coklat lembut dengan selai ubi ungu premium
- Tinggi antioksidan dan nutrisi dari ubi ungu
- Rasa manis alami tanpa pemanis buatan berlebih
- Kemasan modern dengan QR Smart Packaging
- Varian selai ubi ungu natural & low sugar
Service Diferentiation
- Pemesanan mudah via Instagram, TikTok Shop, marketplace
- Sistem pre-order dengan pelayanan cepat & responsif
- Informasi nutrisi lengkap via QR code scan
- Pengiriman cepat di area kampus dan sekitarnya
People Diferentiation
- Tim terlatih dalam produksi makanan sehat
- Staff berpengalaman di bidang digital marketing
- Pelayanan ramah dan komunikatif
- Standar kebersihan dan kualitas tinggi
Image Diferentiation
- Branding modern dengan tema kesehatan & teknologi
- Identitas warna ungu-coklat (healthy & techy)
- Citra inovasi pangan lokal bernilai tambah
- Penggunaan bahan lokal dari petani ubi ungu
B. Bauran Pemasaran (Marketing Mix 4P)
1. Product
- Nama Produk: PurpleTech Bread
- Varian: Roti coklat selai ubi ungu natural & low sugar
- Kemasan: Cup dengan QR Smart Packaging
- Keunikan: Kombinasi rasa tradisional & modern
- Keunggulan: Sehat, praktis, informatif
2. Price
- Harga jual: Rp 12.000 per cup
- Harga kompetitif dibandingkan produk sejenis
- Strategi: Value-based pricing
- Promo: Bundling, diskon mahasiswa, voucher
- Payment: Cash, QRIS, e-wallet
3. Place
- Kantin kampus dan area pendidikan
- Marketplace: Shopee, Tokopedia, TikTok Shop
- Media sosial: Instagram, Facebook
- Event kampus dan bazar UMKM
- Kerjasama dengan kafe dan minimarket
4. Promotion
- Digital marketing via Instagram & TikTok
- Content marketing: edukasi gizi ubi ungu
- Influencer marketing: kolaborasi dengan food vlogger
- Sampling gratis di event kampus
- Loyalty program untuk pelanggan tetap
C. Strategi Penjualan
| Jenis Penjualan | Fitur yang Ditawarkan | Manfaat untuk Konsumen | Nilai Solusi |
|---|---|---|---|
| Feature Selling | Roti lembut, selai premium, QR packaging, nutrisi tinggi | Produk berkualitas dengan informasi transparan | Kepercayaan melalui transparansi |
| Benefit Selling | Snack sehat, mengenyangkan, manis alami, harga terjangkau | Kebutuhan camilan sehat terpenuhi dengan budget terbatas | Solusi camilan sehat untuk mahasiswa |
| Solution Selling | Sarapan praktis, camilan meeting, bekal sehat, gift idea | Menyelesaikan masalah waktu dan kesehatan | Efisiensi waktu dengan nutrisi terjaga |
2. Analisis Produk & Product Life Cycle
PurpleTech Bread memiliki siklus hidup produk (Product Life Cycle) yang dapat dianalisis sebagai berikut:
| Tahap PLC | Karakteristik | Strategi Marketing | Target Pasar |
|---|---|---|---|
| Introduction (Pengenalan) |
Pengenalan produk baru, volume penjualan rendah, biaya marketing tinggi | Promosi intensif, sampling, edukasi manfaat, penetrasi harga | Early adopters, mahasiswa, pecinta kuliner |
| Growth (Pertumbuhan) |
Permintaan meningkat, pesaing mulai muncul, profit meningkat | Perbaikan produk, perluasan distribusi, diferensiasi | Mainstream market, keluarga muda |
| Maturity (Kematangan) |
Penjualan stabil, persaingan ketat, segmentasi pasar | Diversifikasi produk, promosi berkelanjutan, loyalty program | Semua segmen, perluasan demografi |
| Decline (Penurunan) |
Penjualan turun, keuntungan menurun, produk usang | Harvesting, phase-out, atau reinvensi produk | Niche market, loyal customers |
Status Saat Ini: TAHAP GROWTH
Produk berada pada tahap pertumbuhan dengan karakteristik:
- Permintaan meningkat seiring kesadaran makanan sehat
- Pasar roti sehat masih luas dengan persaingan terbatas
- Peluang ekspansi ke berbagai saluran distribusi
- Potensi diversifikasi produk varian rasa
3. Strategi Penetapan Harga
PurpleTech Bread menggunakan kombinasi tiga pendekatan dalam penetapan harga:
Cost-Based Pricing
Harga ditentukan berdasarkan biaya produksi + margin keuntungan
Harga Jual = HPP + Biaya Operasional + Margin Profit
Rp 12.000 = Rp 7.000 + Rp 1.000 + Rp 4.000
Value-Based Pricing
Harga berdasarkan nilai yang dirasakan konsumen
- Nilai kesehatan dari ubi ungu
- Kenyamanan kemasan praktis
- Transparansi informasi via QR
- Dukungan produk lokal
Competition-Based Pricing
Harga berdasarkan analisis pesaing di pasar
| Produk Pesaing | Harga | Keunggulan PurpleTech |
|---|---|---|
| Roti bakar biasa | Rp 8.000 - 10.000 | Lebih sehat, QR packaging |
| Roti isi premium | Rp 15.000 - 20.000 | Harga lebih terjangkau |
| Snack sehat kemasan | Rp 12.000 - 18.000 | Rasa unik, bahan lokal |
4. Strategi Distribusi (Place)
PurpleTech Bread menggunakan multi-channel distribution strategy:
| Saluran Distribusi | Deskripsi | Contoh Implementasi | Target Konsumen |
|---|---|---|---|
| Saluran 1: Produsen → Konsumen |
Penjualan langsung tanpa perantara | Booth di kampus, penjualan via Instagram/TikTok, pre-order | Mahasiswa, warga sekitar kampus |
| Saluran 2: Produsen → Retailer → Konsumen |
Melalui retailer kecil | Titip jual di kantin, kafe kecil, warung kopi | Pengunjung kafe, mahasiswa |
| Saluran 3: Produsen → Online Platform → Konsumen |
Melalui platform online | Marketplace (Shopee, Tokopedia), GoFood, GrabFood | Generasi digital, kaum urban |
| Saluran 4: Produsen → Distributor → Retail → Konsumen |
Melalui distributor UMKM | Kerjasama dengan distributor makanan ringan | Pasar yang lebih luas |
Strategi Distribusi Prioritas
Tahap 1 (Bulan 1-3): Fokus pada Saluran 1 dan 3 (direct selling & online)
Tahap 2 (Bulan 4-6): Ekspansi ke Saluran 2 (retail kecil)
Tahap 3 (Bulan 7-12): Pengembangan Saluran 4 (distributor)
5. Strategi Promosi Terintegrasi
Advertising
- Instagram Ads targeting mahasiswa 17-25 tahun
- TikTok content dengan hashtag #PurpleTechBread
- Poster digital di area kampus
- Video demo produk di YouTube Shorts
- Google Ads untuk kata kunci "camilan sehat"
Personal Selling
- Product sampling di event kampus
- Booth exhibition di bazar UMKM
- Demo masak live di Instagram
- Kunjungan ke kantin-kantin kampus
- Door-to-door promotion di kos mahasiswa
Sales Promotion
- Buy 1 Get 1 untuk pelanggan pertama
- Discount 20% untuk pembelian 3 cup
- Voucher mahasiswa dengan tunjukan KTM
- Flash sale di platform e-commerce
- Loyalty card untuk pembelian ke-10 gratis 1
Public Relations
- Kerjasama dengan UKM kampus
- Sponsorship event organisasi mahasiswa
- Press release media kampus
- Testimoni dari nutritionist
- Partisipasi dalam pameran UMKM
Budget Promosi Bulanan
| Media | Budget | Target Reach | KPI |
|---|---|---|---|
| Instagram Ads | Rp 150.000 | 5.000 impressions | 50 conversions |
| TikTok Content | Rp 100.000 | 10.000 views | 100 likes & 30 shares |
| Event & Sampling | Rp 200.000 | 500 samples | 20% conversion rate |
| Print Materials | Rp 50.000 | 200 posters | Brand awareness |
| Total | Rp 500.000 | ROI Target: 300% | |
Laporan Keuangan Lengkap
Analisis keuangan mendalam untuk PurpleTech Bread
Ringkasan Eksekutif
Usaha PurpleTech Bread memproduksi roti cokelat dengan isian selai ubi ungu premium. Dengan investasi awal Rp 620.000, usaha ini menargetkan pasar camilan sehat dengan harga terjangkau namun memiliki nilai diferensiasi tinggi melalui QR Smart Packaging.
Target Pasar
Mahasiswa & masyarakat umum pencinta camilan sehat (usia 15-35 tahun)
Periode Analisis
Bulan pertama operasional dengan proyeksi 26 hari kerja
Potensi Keuntungan
Laba bersih bulanan: Rp 2.420.000
Struktur Biaya Investasi Awal (CAPEX)
Capital Expenditure (CAPEX) mencakup aset tetap yang digunakan untuk memulai operasional usaha.
| No | Komponen Investasi | Spesifikasi | Nilai (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kompor Gas Kecil | 1 buah dengan standar keamanan | 200.000 | Alat utama produksi |
| 2 | Tabung Gas + Isi Ulang | Tabung 3kg + isi pertama | 100.000 | Sumber energi utama |
| 3 | Panci Stainless Steel | Ukuran 24cm untuk rebus ubi | 50.000 | Merebus ubi ungu |
| 4 | Kuali/Wajan | Diameter 28cm anti lengket | 50.000 | Menggoreng roti |
| 5 | Sendok & Spatula | Set perlengkapan masak | 20.000 | Peralatan tambahan |
| 6 | Branding & Desain Logo | Logo, desain kemasan, stiker QR | 200.000 | Identitas visual merek |
| TOTAL INVESTASI AWAL (CAPEX) | 620.000 | Modal awal yang dibutuhkan | ||
Catatan Penting:
- Investasi ini bersifat one-time cost (sekali di awal)
- Aset memiliki masa pakai minimal 1 tahun
- Biaya branding termasuk desain kemasan dengan QR code
- Perlengkapan dapat digunakan berulang kali
Biaya Variabel (Harga Pokok Produksi per Unit)
Biaya produksi per cup roti cokelat selai ubi ungu:
| Komponen Biaya | Bahan Baku | Per Cup (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Bahan Baku Dasar | Roti tawar premium | 1.500 | 2 lembar per cup |
| Ubi ungu lokal | 1.200 | 100gr ubi kupas | |
| Cokelat glaze | 800 | Pelapis cokelat | |
| Gula & susu | 500 | Untuk selai ubi | |
| Bumbu & perasa | 500 | Vanilla, garam, kayu manis | |
| Bahan Pelengkap | Tepung panir & terigu | 800 | Pelapis roti |
| Minyak goreng | 700 | 1/4 liter untuk 10 cup | |
| Kemasan | Cup + tutup + stiker QR | 1.000 | Food grade dengan desain |
| TOTAL HPP PER CUP | 7.000 | Biaya produksi per unit | |
Perhitungan Detail:
HPP = ∑(Biaya Bahan Baku + Bahan Pelengkap + Kemasan)
HPP = (1.500 + 1.200 + 800 + 500 + 500) + (800 + 700) + 1.000
HPP = 4.500 + 1.500 + 1.000 = Rp 7.000 per cup
Biaya Operasional Tetap (OPEX Bulanan)
Biaya yang tetap dikeluarkan setiap bulan terlepas dari volume produksi:
| No | Jenis Biaya | Perhitungan | Bulanan (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Internet & Promosi Digital | Paket internet + iklan sosial media | 100.000 | Wajib untuk pemasaran online |
| 2 | Gas LPG (Konsumsi) | 1 tabung 3kg per bulan | 30.000 | Estimasi produksi 520 cup |
| 3 | Transportasi & Belanja | Beli bahan baku + distribusi | 50.000 | 3-4 kali per minggu |
| 4 | Peralatan Habis Pakai | Sendok plastik, tissue, dll | 30.000 | Peralatan pendukung |
| 5 | Biaya Tak Terduga | 10% dari total biaya tetap | 21.000 | Buffer untuk unexpected cost |
| TOTAL BIAYA OPERASIONAL BULANAN | 231.000 | Fixed cost per bulan | ||
Keterangan:
- Biaya operasional relatif rendah karena skala usaha kecil
- Tidak termasuk gaji karena dijalankan oleh tim sendiri
- Biaya tak terduga sebagai cushion untuk fluktuasi harga
- Dapat disesuaikan berdasarkan realita operasional
Proyeksi Penjualan & Pendapatan
Estimasi penjualan berdasarkan kapasitas produksi dan analisis pasar:
| Parameter | Asumsi | Perhitungan | Hasil |
|---|---|---|---|
| Harga Jual per Cup | Value-based pricing | HPP + Margin | Rp 12.000 |
| Target Penjualan Harian | Kapasitas produksi & permintaan | 20 cup/hari | 20 cup |
| Hari Kerja per Bulan | Libur Minggu & hari besar | 30 hari - 4 hari libur | 26 hari |
| Total Penjualan Bulanan | Harian × Hari kerja | 20 × 26 | 520 cup |
| Pendapatan Kotor | Penjualan × Harga jual | 520 × 12.000 | Rp 6.240.000 |
| Biaya Variabel (HPP) | Penjualan × HPP | 520 × 7.000 | (Rp 3.640.000) |
| Laba Kotor | Pendapatan - HPP | 6.240.000 - 3.640.000 | Rp 2.600.000 |
| Biaya Operasional | OPEX bulanan | Fixed cost | (Rp 231.000) |
| LABA BERSIH BULANAN (EBIT) | Rp 2.369.000 | ||
Komposisi Pendapatan
Pendapatan Kotor: Rp 6.240.000
HPP (58.3%): Rp 3.640.000
Laba Kotor (41.7%): Rp 2.600.000
Laba Bersih (38%): Rp 2.369.000
Target Realistis
Target Minimal: 10 cup/hari = Rp 1.184.500 laba
Target Realistis: 20 cup/hari = Rp 2.369.000 laba
Target Optimal: 30 cup/hari = Rp 3.553.500 laba
Kapasitas Maks: 40 cup/hari = Rp 4.738.000 laba
Laporan Laba Rugi (Profit & Loss Statement)
Ringkasan kinerja keuangan usaha selama satu bulan operasional:
| Keterangan | Perhitungan | Jumlah (Rp) | % terhadap Pendapatan |
|---|---|---|---|
| A. PENDAPATAN USAHA | 520 cup × Rp 12.000 | 6.240.000 | 100% |
| B. BEBAN POKOK PENJUALAN | |||
| 1. Biaya Bahan Baku | 520 × Rp 4.500 | (2.340.000) | 37.5% |
| 2. Biaya Bahan Pelengkap | 520 × Rp 1.500 | (780.000) | 12.5% |
| 3. Biaya Kemasan | 520 × Rp 1.000 | (520.000) | 8.3% |
| Total Beban Pokok Penjualan | (3.640.000) | 58.3% | |
| C. LABA KOTOR | A - B | 2.600.000 | 41.7% |
| D. BIAYA OPERASIONAL | |||
| 1. Internet & Promosi | Fixed cost | (100.000) | 1.6% |
| 2. Gas LPG | Fixed cost | (30.000) | 0.5% |
| 3. Transportasi | Fixed cost | (50.000) | 0.8% |
| 4. Perlengkapan | Fixed cost | (30.000) | 0.5% |
| 5. Biaya Tak Terduga | 10% dari biaya tetap | (21.000) | 0.3% |
| Total Biaya Operasional | (231.000) | 3.7% | |
| E. LABA BERSIH SEBELUM PAJAK (EBIT) | C - D | 2.369.000 | 38.0% |
Analisis Profitabilitas:
Gross Profit Margin = (Laba Kotor ÷ Pendapatan) × 100% = (2.600.000 ÷ 6.240.000) × 100% = 41.7%
Net Profit Margin = (Laba Bersih ÷ Pendapatan) × 100% = (2.369.000 ÷ 6.240.000) × 100% = 38.0%
Operating Expense Ratio = (Biaya Operasional ÷ Pendapatan) × 100% = (231.000 ÷ 6.240.000) × 100% = 3.7%
Analisis Keuangan & Kelayakan Usaha
Break Even Point (BEP)
Titik impas dimana pendapatan = total biaya
BEP (Unit) = Biaya Tetap ÷ (Harga Jual - HPP per Unit)
BEP (Unit) = 231.000 ÷ (12.000 - 7.000)
BEP (Unit) = 231.000 ÷ 5.000 = 46.2 cup ≈ 47 cup
BEP (Rupiah) = 47 × 12.000 = Rp 564.000
Interpretasi: Perlu menjual minimal 47 cup/bulan (≈ 2 cup/hari) untuk menutup semua biaya.
Payback Period (PBP)
Waktu pengembalian modal investasi awal
PBP = Investasi Awal ÷ Laba Bersih Bulanan
PBP = 620.000 ÷ 2.369.000 = 0.26 bulan
PBP (Hari) = 0.26 × 30 = 7.8 hari ≈ 8 hari
Interpretasi: Modal kembali dalam 8 hari jika penjualan sesuai target.
Return on Investment (ROI)
Pengembalian investasi dalam setahun
ROI = (Laba Bersih Tahunan ÷ Investasi Awal) × 100%
ROI = (2.369.000 × 12 ÷ 620.000) × 100%
ROI = (28.428.000 ÷ 620.000) × 100% = 4.585%
Interpretasi: Setiap Rp 1 investasi menghasilkan Rp 45.85 dalam setahun.
Margin of Safety (MOS)
Batasan penurunan penjualan sebelum rugi
MOS = (Penjualan Aktual - BEP) ÷ Penjualan Aktual × 100%
MOS = (520 - 47) ÷ 520 × 100% = 91%
Interpretasi: Penjualan bisa turun 91% dari target sebelum mengalami kerugian.
Rekomendasi Strategis & Rencana Pengembangan
1. Diversifikasi Produk
- Varian rasa: Ubi keju, ubi coklat, ubi matcha
- Varian ukuran: Mini cup, family pack
- Paket bundling: Sarapan sehat, meeting package
- Seasonal produk: Special edition hari besar
2. Ekspansi Pasar
- Kerjasama dengan kafe & restoran
- Distribusi ke minimarket sekitar kampus
- Catering meeting & event kampus
- Online delivery partnership (GoFood, GrabFood)
3. Efisiensi Operasional
- Bulk purchasing untuk bahan baku
- Optimasi proses produksi batch system
- Penggunaan aplikasi inventory management
- Energy saving pada peralatan produksi
4. Teknologi & Inovasi
- Pengembangan aplikasi pemesanan sendiri
- Loyalty program digital
- QR code tracking untuk supply chain
- IoT untuk monitoring produksi
Timeline Pengembangan (12 Bulan):
Bulan 1-3: Stabilisasi operasi & brand awareness
Bulan 4-6: Diversifikasi produk & ekspansi saluran
Bulan 7-9: Skalasi produksi & otomatisasi
Bulan 10-12: Pengembangan teknologi & franchising